Selasa, 01 Desember 2015

Insan Kerja Sama



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG
Kata al-ins atau al-insan disebut dalam Al-Qur’an sebanyak 65 kali, kata al-ins senantiasa dipertentangkan dengan al-jinn (jin), yakni sejenis makhluk halus yang tidak bersifat materi yang hidup diluar alam manusia, dan tidak tunduk kepada hukum alam kehidupan manusia sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an sebagai makhluk diciptakan dari api. Makhluk yang membangkang tatkala diperintahkan untuk bersujud kepada Adam.
Kata al-insan bukan berarti basyar dan bukan juga dalam pengertian al-ins. Dalam pemakaian Al-Qur’an, mengandung pengertian makhluk mukallaf (yang dibebani tanggung jawab) mengemban amanah Allah untuk menjadi khalifah dalam rangka memakmurkan bumi.
Al-insan sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Alaq adalah mengandung pengertian sebagai makhluk yang diciptakan dari segumpal darah, makhluk yang mulia sebab memiliki ilmu, dan makhluk yang melampaui batas karena telah merasa puas dengan apa yang ia miliki.
Dalam beberapa surat lain dalam Al-Qur’an, manusia digambarkan sebagai:
Makhuk yang suka membantah (QS. An-Nahl’ : 4),
Makhluk yang lemah dan hina (QS. A-Nisa’ : 28),
Makhluk yang mudah dipengaruhi oelh sesuatu sehingga lupa kepada Tuhannya (QS. Al-Infithar: 6-8),
Makhuk yang melampaui batas dan melupakan penciptanya (QS. Al-lsra’ : 67).
Namun disamping itu, sebagaimana disebutkan diatas bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan untuk memakmurkan bumi, meskipun pernyataan Allah tersebut mendapatkan sanggahan dari para malaikat yang mengatakan bahwa manusia adalah makhuk yang akan banyak menumpahkan darah dan membuat kerusakan dimuka bumi.
Allah SWT telah memberikan keistimewaan kepada manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain, sebagaimana Allah SWT telah menciptakan Adam dari tanah liat, yang kemudian di-tiupkan ruh kepadanya, lantas Allah memberikan kemampuan untuk berbicara (al-bayan) yang menggugah hati dan perasaan, sehingga manusia dalam arti basyar berubah menjadi manusia yang berarti insan yang sanggup menerima Al-Qur’an sebagai petunjuk.Yang semuanya itu mengandung resiko dengan adanya ujian-ujian yang akan menimpanya, baik itu bersifat positif atau negatif.

1.2              RUMUSAN MASALAH
1.      apa pengertian insan kerjasama, insan jujur, pribandi kondusif, insan disiplin, insan taat, insan patuh, insan bersahabat, insan tangguh, insan harmoni, insan produktif, dan pribadi solid?
2.      Apa saja bentuk-bentuk kerjasama?
3.      Apa manfaat dari kejujuran?

1.3              TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui pengertian insan kerjasama, insan jujur, pribandi kondusif, insan disiplin, insan taat, insan patuh, insan bersahabat, insan tangguh, insan harmoni, insan produktif, pribadi solid.
2.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk kerjasama.
3.      Untuk mengetahui manfaat kejujuran.

1.4              MANFAAT PENULISAN
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Psikologi Pendidikan Peserta Didik dengan manfaat untuk mengetahui pengertian insan, bentuk kerjasama dan manfaat kejujuran.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1              INSAN KERJASAMA
Kata Insan yang berasal dari kata al-Uns dinyatakan dalam al-Qur’an sebanyak 65 kali dan tersebar dalam 43 surat. Insan dapat diartikan secara etimologis adalah harmonis, lemah lembut, tampak atau pelupa.
Pengertian dan Bentuk-Bentuk Kerja Sama (Cooperation)| Kerja sama, dalam pengertian dan bentuk-bentuk kerja sama, terdapat 5 bentuk kerja sama (cooperation). Pengertian kerja sama (cooperation) yang telah didefinisikan oleh para ahli mengatakan bahwa pengertian kerja sama (cooperatuion) adalah usaha bersama antara orang per orang atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama ditemui hampir diseluruh kelompok manusia. Di kalangan masyarakat indonesia dikenal suatu sistem kerja sama yang disebut gotong royong. Kerja sama dalam kehidupan bangsa indonesia selalu ditanamkan dan ditekankan mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, dan lingkungan pemerintah. Ditanamkannya sistem kerja sama dalam diri disebabkan adanya pandangan bahwa manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa kerja sama dengan orang lain.
Bentuk-Bentuk Kerja Sama
a.       Kerukunan, meliputi gotong royong dan tolong menolong. Bargaining, yaitu perjanjian pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
b.      Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan sebuah organisasi.
c.       Koalisi, yaitu gabungan dua badan atau lebih yang mempunyai tujuan sama.
d.      Joint venture, yaitu kerja sama dalam penguasahaan proyek-proyek tertentu.

2.2              INSAN JUJUR
Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu degan sesungguhnya  dan apa adanya, tidak di tambahi ataupun tidak dikurangi. Sifat jujur ini harus dimiliki oleh setiap manusia, karena sifat dan sikap ini merupakan prinsip dasar dari cerminan akhlak seseorang. Jujur juga dapat menjadi cerminan dari kepribadian seseorang bahkan kepribadian bangsa. Oleh sebab itulah kejujuran bernilai tinggi dalam kehidupan manusia. Kejujuran banyak dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Dapat kita ambil keteladanan dari Rasul kita Nabi Muhammad saw. Yang memiliki sifat wajib bagi Rasul, salah satunya “amanat” yang berarti dapat dipercaya. Mengapa dapat dipercaya ? Jawabannya karena kejujuran. Allah menyuruh kita untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Amanat berarti kepercayaan. Orang yang dipercaya  tidak pantas untuk melakukan kebohongan. Kejujuran adalah bekal bagi kita untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Jika seseorang telah memiliki kejujuran maka sesuatu yang wajar jika bila orang tersebut dapat dipercaya, diberi amanat , oleh orang banyak. Dan amanat itu sendiri akan disampaikan kepada yang berhak menerimanya, bukan kepada orang yang tidak berhak menerimanya. Orang yang jujur jugalah yang akan tenang dalam menjalani hidup di dunia yang fana ini. Betapa hancurnya dunia akan sangat terasa apabila mayoritas orang-orang yang jujur sangat sedikit.
Jujur memang suatu kegiatan yang mudah, apalagi bagi kita yang memiliki iman dan ketakwaan yang kuat kepada Allah. Tapi sangat sulit bagi mereka yang makanan sehari-harinya berbohong . Kebohongan hanya akan membawa malapetaka bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak. Sekali berbohong  ketahuan, maka jangan heran jka kepercayaan orang akan luntur kepada kita.
Berperilaku jujur, tidak akan merugikan kita. Justru banyak hal yang dapat kita ambil dari kejujuran. Kejujuran membawa manfaat yang begitu banyak, antara lain dapat membuat seseorang menjadi dapat dipercaya, disenangi orang lain, mudah mendapat lapangan pekerjaan, dan yang paling penting adalah dicintai oleh Allah swt. Kejujuran dapat memudahkan seseorang dalam mendapatkan pekerjaan karena kejujuran adalah poin penting dari kepribadiaan seseorang yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan semua pekerjaannya.
Kejujuran membawa begitu banyak manfaat bagi siapa saja yang melakukannya, dapat kita lihat sebagai berikut :
a.       Orang jujur akan dipercaya
Orang jujur akan dipercaya karena ia memiliki sifat dan sikap suka berterus terang, berbicara        atau berbuat apa adanya , tidak terjadi penambahan ataupun pengurangan kata dalam menyampaikan amanat seseorang.
b.      Orang jujur disayangi teman.
Hal ini dapat dilihat pada kehidupan kita sehari-hari. Semua orang tidak ada yang suka pada pembohong dan pendusta. Sebaliknya orang sangat menyukai orang yang memiliki sifat jujur,   bicara apa adanya, dan tidak berbohong. Oleh karena itu orang yang selalu berkata jujur memiliki banyak teman yang sangat sayang kepadanya.
c.       Orang jujur mudah dalam mendapatkan pekerjaan.
Hal ini dapat dimengerti, sebab tidak seorang pun pemimpin suatu perusahaan, mau menerima calon pegawai di perusahaannya, apabila sudah jelas-jelas orang itu pembohong dan pendusta. Jika diterima, berarti sudah merupakan konsekuensi dari perusahaan yang telah menerima seorang pembohong tersebut dan siap-siap menjadi korban kebohongan orang tersebut.
d.      Orang jujur dicintai Allah swt.
Jujur adalah perintah Allah. Orang yang melakukan kejujuran berarti menjalankan perintah Allah, dan Allah sangat menyukai hamba-hamba-Nya yang taat, dan Allah membenci hamba-Nya yang ingkar.
Sifat jujur yang merupakan hal yang mutlak dalam kehidupan dapat kita ambil dari begitu banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hidup ini banyak sekali contoh kejujuran yang dapat kita terapkan, antara lain:
a.       Melaksanakan amanat seseorang.
Secara tidak disangka-sangka orang lain kadang –kadang menitipkan sesuatu kepada kita baik berupa pesan, uang, barang, atau yang lainnya untuk disampaikan kepada orang lain yang berhak menerimanya , atau hanya sekedar dititipkan sampai waktunya barang atau uang tersebut diambil kembali . Apabila menerima titipan seperti itu, titipan tersebut harus betul-betul dilaksanakan sesuai dengan yang dipesankan. Kalau berupa pesan maka pean tersebut tidak boleh ditambah atau dikurangi. Demikian pula kalau berupa uang atau barang harus jga dijaga dengan baik supaya tidak hilang atau rusak.
b.      Menyimpan rahasia orang yang harus dijaga.
Dalam hidup ini banyak yang harus kita bicarakan, tetapi ada pula yang tidak boleh kita bicarakan kepada orang lain atau harus dirahasiakan. Misalnya ada seorang anak yang dikejar dan akan dibunuh orang dengan sadis dan kejam. Tiba-tiba anak tersebut bersembunyi di salah satu rumah dan kita mengetahuinya Orag yang mengejar kehilangan jejak kemudian bertanya, “Apakah Anda melihat seorang anak berlari dan bersembunyi di sekitar sini?” Kita jawab “Tidak!” Maka kita telah menolong dan menyelamatkan jiwa anak tersebut.
c.       Tidak menyontek ketika mendapat tugas pelajaran di sekolah .
Mencontoh atau mencontek ketika mendapat tugas pelajaran di sekolah adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Sebab tugas pelajaran tersebut adalah tugas perorangan yang tidak boleh satu sama lain mencontoh. Andai saja dari hasil mencontoh mendapat nilai bagus sesungguhnya yang mendapat nilai bagus tersebut bukanlah kita tetapi orang lain tempat kita mencontoh . Pendek kata perbuatan mencontoh adalah perbuatan yang tidak jujur dan menipu diri sendiri.
d.      Melaksanakan tugas dengan baik dan tanggung jawab.
Orang jujur sekali ia mendapat atau menerima tugas, tugas tersebut pasti di kerjakan secara maksimal dan penuh tanggung jawab. Sebaliknya jika ia merasa tidak sanggup atau tidak bersedia, sebelumnya pasti ia katakan tidak atau belum mau menerima tugas itu Sebab orang jujur, tidak akan berkata “ya” jika dalam hatinya “tidak”.Orang yang jujur, tidak akan bersifat munafik di hadapan orang lain.

2.3              PRIBADI KONDSIF
Pribadi Kondusif adalah pribadi yang bersikap tenang dan teratur. Sikap kondusif itu sangt penting karena akan melahirkan suatu ketertiban dalam masyarakat.

2.4              INSAN DISIPLIN
Insan disiplin adalah Pribadi yang yang taat akan peraturan yang berlaku.Displin adalah perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam kehidupan nyata displin sangat dibutuhkan untuk mendapat kepercayaan dari orang lain. Contohnya jika seorang pegawai yang bekerja pada suatu perusahaan dan dia tidak displin, maka sang bos akan memiliki rasa percaya yang kurang terhadap pegawai tersebut. Disiplin sangat diperlukan untuk membangun negara dalam meningkatkan sunber daya manusia.

2.5              INSAN TAAT
Insan taat adalah pribadi yang tunduk pada setiap peraturan yang ada.

2.6              INSAN PATUH
Insan Patuh adalah pribadi yang tunduk pada peraturan yang berlaku.

2.7              INSAN BERSAHABAT
Insan bersahabat adalah pribadi yang memperlihatkan rasa senang berbicara,bergaul,dan bekerja sama dengan orang lain.Bersahabat menjadikan individu yang lebih disenangi oleh rekan,keluarga dan orang lain yang mungkin tidak dikenal.Bersahabat mampu mengubah mood lawan bicara dan menjadikan suasana runyam menjadi tenang dan bersahabat.
Bersahabat atau Komunikatif adalah nilai-nilai yang termasuk 18 nilai pendidikan karakter bangsa atau singkatnya nilai-nilai yang diinginkan dan dibutuhkan oleh Negara kita. Sedangkan arti dari nilai Bersahabat/ Komunikatif tersebut adalah Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara bergaul  dan bekerja sama dengan orang lain. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Selain itu juga dapat berkomunikasi lisan dan tidak lisan dengan efektif juga merupakan arti dari nilai bersahabat/komunikatif itu sendiri. Contohnya bisa dalam hal kehidupan nyata dalam sehari-hari, misalnya  seseorang yang lebih mempunyai karakter atau nilai bersahabat/komunikatif dengan tidak dapat dilihat dari jumlah teman yang Ia miliki. Orang yang memiliki nilai bersahabat/komunikatif tentu lebih mempunyai banyak teman daripada yang tidak dan tentunya orang yang lebih memiliki nilai bersahabat akan lebih disenangi teman-temannya karena Ia  dapat berkomunikasi lisan lebih baik daripada yang tidak sehingga lebih mampu mengungkapkan apa yang diinginkannya dan orang yang mempunyai nilai nilai seperti inilah yang dibutuhkan oleh Negara.

2.8              INSAN TANGGUH
Tangguh sama artinya dengan kuat, kokoh, tahan banting, bertekad untuk beridri tegak dan gigih pantang menyerah. Tangguh adalah membuat keputusan untuk mengubah sikap mengasihani diri, suka mengeluh dan bergantung menjadi percaya diri, mandiri dan totalitas dalam bertindak. Ketangguhan adalah kemampuan seseorang untuk berbuat yang terbaik dari apa yang dipercayakan kepadanya.
Ketangguhan diri mampu memotivasi seseorang dalam melaksanakan hal-hal besar dalam hidupnya. Menempuh risiko, mengubah kebiasaan buruk dan menjadi manusia unggul. Orang sukses biasanya memiliki ketangguhan yang melebihi orang biasa. Biasanya mereka memiliki rasa percaya diri yang jauh lebih tinggi dari orangJika seseorang ingin menjadi pribadi yang tangguh, maka ia mesti memiliki Konsep Diri. Konsep diri adalah upaya mengenal diri. Pengenalan diri ibarat penelusuran lorong panjang kehidupan. Kejujuran dan penerimaan positif terhadap diri adalah kuncinya. biasa.
Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa sekenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun.
Pribadi tangguh ini, tidak lain merupakan pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, medapat rezeki, dan lain-lain. Sebaliknya, jika ia mendapati sesuatu yang tidak diharapkannya, entah itu berupa kesedihan, kegagalan, mendapat bala bencana, dan lain-lain, maka ia memiliki ketahanan untuk selalu bersabar. Dan pribadi seperti ini memposisikan setiap kejadian yang menimpanya adalah atas ijin dan kehendak Allah. Ia pasrah dan selalu berusaha untuk bangkit dengan cara mengambil pelajaran dari setiap kejadian tersebut.
Pribadi pantang menyerah ini bukan saja semata-mata secara fisik. Tapi lebih penting justru adanya sifat positif dalam jiwanya yang begitu tangguh dan kuat. Seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. Seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan untuk sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal.
Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah. Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan- harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.Adapun ciri-ciri pribadi tangguh, adalah sebagai berikut :

1. Pantang Menyerah.
Kalau kita mempunyai kecenderungan mudah menyerah, maka langkah pertama yang paling penting adalah mengakui kelemahan kita itu dengan menyadarinya supaya kita bisa memperbaikinya.
2. Memotivasi Diri.
Motivasikanlah diri kita untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Orang yang mudah menyerah, frustasi dan mudah putus asa adalah orang yang gagal.
3. Fokus Pada Tujuan.
Arahkan mata kita pada tujuan, bukan pada hambatan. Bila kita memandang pada tujuan, maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya, bila kita terfokus pada hambatan, kita akan mudah kehabisan daya juang dalam meraih cita.
4. Berani Mengambil Resiko.
Beranilah mengambil resiko namun dengan perhitungan yg mantap, hadapi segala sesuatu dengan positif thinking dan jadilah seorang petualang baru dengan penuh keberanian. Keberanian yang benar bukan  seperti orang yang terjun bebas/langsung ke jurang, tapi ia kan seperti orang yang menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yang matang. Kalau kita tidak berani mengambil resiko, tentu saja Anda berada pada tempat yg aman, namun kita tidak akan berkembang.
5. Menghadapi Tantangan dengan Keberanian.
Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian. Anggaplah tantangan sebagai “Sparing Partner” yg akan membuat kita semakin kuat, bukan sebagai raksasa yg menelan kita. Semakin banyak tantangan, semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.
6. Belajar dari Kegagalan.
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kita tidak akan berhasil bila pada usaha kita mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.
7. Terus Berusaha.
Ambillah segala kesempatan yg ada, karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai “kegigihan dan pantang menyerah”.
8. Kreatif.
 Imbangi kegigihan kita dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan kita terhalang oleh batu cadas, kita tidak perlu membenturkan kepala untuk membuktikan bahwa kita pantang menyerah.
9. Tidak Terpengaruh Orang Lain.
Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Dengan cara itu kita menghemat banyak sekali waktu dan energi yg sangat berharga.
Cara menjadi pribadi yang berkarakter tangguh, yaitu :
1.  Berpikir Positif.
Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.
2. Hargailah Orang Lain.
Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga. Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.
3. Jangan Kekanak-kanakan.
Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.
4. Jangan Rendah Diri.
Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini.
5.  Selalu belajar.
Semakin sering anda belajar, maka semakin banyak yang anda ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal bagi anda, sehingga anda merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.
6. Selalu tegap, sigap, dan siap.
Posisi atau postur tubuh anda di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar.
7. Bersyukur.
Tetaplah tenang dan tabah, ingatlah bahwa “badai pasti berlalu” dan “roda itu berputar”. Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau bahkan mencaci-maki nasib. Jangan sampai berkata atau menganggap bahwa Allah itu tidak adil. Justru di sinilah letak keadilan-Nya.
2.9              INSAN HARMONI
Dalam konteks pendidikan karakter, dapat dilihat bahwa kemampuan yang harus dikembangkan pada peserta didik melalui lembaga pendidikan adalah berbagai kemampuan yang akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang berketuhanan (tunduk patuh pada konsep ketuhanan) dan mengemban amanah sebagai pemimpin di dunia. Kemampuan yang perlu dikembangkan pada peserta didik Indonesia adalah kemampuan mengabdi pada Tuhan yang menciptakannya, kemampuan untuk menjadi dirinya sendiri, kemampuan untuk hidup secara harmoni dengan manusia dan makhluk lainnya, dan kemampuan untuk menjadikan dunia ini sebagai wahana kemakmuran dan kesejahteraan bersama.
Ukuran keberhasilan pendidikan seyogianya tidak berhenti pada angka ujian, seperti halnya ujian Nasional, karena kalau demikian, pembelajaran akan menjadi proses menguasai keterampilan dan mengakumulasi pengetahuan semata. Paradigma ini akan menempatkan peserta didik sebagai pelajar imitatif dan belajar dari ekspose-ekspose didaktis yang akan berhenti pada penguasaan fakta, prinsip dan aplikasinya. Paradigma ini tentunya tidak sesuai dengan esensi pendidikan yang digariskan dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003.
Sebelum mengkaji tenyang tujuan pendidikan karakter pada suatu lembaga pendidikan, perlu merenungan pertanyaan berikut: Apakah tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam UUSPN No 20 Tahun 2003 berkesesuaian dengan pendidikan karakter?
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Mencermati fungsi pendidikan nasional, yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa seharusnya memberikan pencerahan yang memadai bahwa pendidikan harus berdampak pada watak manusia/ bangsa Indonesia.
Fungsi kedua, “membentuk watak” mengandung makna bahwa pendidikan nasional harus diarahkan pada pembentukan watak. Pendidikan yang berorientasi pada watak peserta didik merupakan suatu hal yang sangat tepat, tetapi perlu diperjelas mengenai istilah perlakuan terhadap “watak”. Apakah watak itu harus “dikebangkan”, “dibentuk”, atau “difasilitasi”. Perspektif paedagogik, lebih memandang bahwa pendidikan itu mengembangkan/ menguatkan/ memfasilitasi watak, bukan membentuk watak.
Fungsi ketiga “peradaban bangsa”. Dalam spektrum pendidikan nasional dapat dipahami bahwa pendidikan selalu dikaitkan dengan pembangunan bangsa Indonesia sebagai suatu bangsa. Dalam perspektif paedagogik, pendidikan itu befungsi untuk menjadikan manusia yang terdidik dengan kata lain bangsa yang beradab meupakan dampak dari pendidikan yang menghasilkan manusia terdidik.
Adapun tujuan pendidikan karakter di lembaga pendidikan adalah: (1) Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang dianggap penting dan perlu sehingga menjadi kepribadian/ kepemilikan peserta didik yang khas sebagaimana nilai-nilai yang dikembangkan, (2) Mengoreksi prilaku peserta didik yang tidak berkesesuian dengan nilai-nilai yang dikembangkan sekolah, (3) Membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarkaat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan berkarakter secara bersama-sama.
Ketiga tujuan dalam pendidikan karakter seting sekolah adalah membangun koneksi yang harmoni dengan keluarga dan masyarakat dalam memerankan tanggung jawab pendidikan karakter secara bersama. Tujuan ini memiliki makna bahwa proses pendidikan karakter disekolah harus dihubungkan dengan proses pendidikan dikeluarga. Jika saja pendidikan karakter disekolah hanya bertumpu pada interaksi peserta didik dengan guru dikelas dan disekolah maka pencapaian berbagai karakter yang diharapkan akan karakter yang diharapkan akan sulit diwujudkan.
Mengapa demikian? Karena penguatan prilaku merupakan suatu hal yang menyeluruh atau holistik, bukan suatu gambaran dari rentang waktu yang dimiliki anak. Dalam setiap menit dan detik, interaksi anak dengan lingkungannya dapat dipastikan akan terjadi proses mempengaruhi prilaku anak. Pertanyaannya, apakah proses yang dialami oleh anak menguatkkan atau bahkan melemahkan karakter yang dibangun oleh sekolah?
Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada pembentukan karakter yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan faktor utama dan pertama dalam pembentukan sikap perilaku dan kepribadian atau karakter anak. Keluarga bertanggung jawab pada pembentukan kepribadian, agama, dan kasih sayang agar tidak terjerumus pada sikap dan perilaku yang menyimpang. Lingkungan sekolah adalah tempat menuntut ilmu. Pada saat siswa berada disekolah maka guru yang bertanggung jawab mendidik, membina, dan memberi contoh atau teladan yang baik kepada para siswa, tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik namun juga bertanggung jawab membangun karakter siswa.
Dalam membangun karakter siswa, harus ilakukan secara menyeluruh oleh semua guru pada semua mata pelajaran. Guru dapat membangun karakter siswa melalui materi maupun metode pembelajaran yang diterapkan. Misalnya, diskusi kelompok, melakukan percobaan secara berkelompok, maka di samping mengembangkan peguasaan atau pemahaman teori kepada siswa juga dapat dikembangkan keterampilan psikomotor. Selain itu juga, dapat berkembang aspek sikap, misalnya disiplin dala bekerja, bertanggung jawab meneyelesaikan tugas, bekerja sama engan teman, mau menerima pendapat teman atau tenggang rasa, jujur, cermat, tidak musah putus asa, dan sikap yang lainnya.
Pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan ciri masing-masing mata pelajaran dan menekankan pada proses atau siswa aktif, maka pembelajaran akan menarik, bermakna bagi siswa sehingga dapat mengembangkan sikap an perilaku positif bagi siswa. Lingkungan asyarakat berpengaruh pada pembentukan karakter siswa. Siswa yang berada pada lingkungan masyarakatnya baik, maka akar bersikap dan berperilaku baik, dan sebaliknya apabila berada pada lingkungan yang kurang baik juga akan bersikap dan berperilaku kurang baik.
Lembaga pendidikan dalam membangun karakter harus menjalankan pendekatan pendidikan nilai yang komprehensif, antara lain meliputi: (1) Bertindak sebagai pengasuh teladan dan pembimbing yang memperlakukan siswa dengan cinta kasih, memberi teladan yang baik, mendukung perilaku pro sosial dan mengoreksi perilaku yang kurang tepat/ menyimpang; (2) Menciptakan komunitas moral di kelas, membantu siswa di kelas untuk saling mengenal, peduli dan saling menghormati; (3) Mepraktikkan disiplin moral, menegakkan peraturan dan menjadikan peraturan tersebut sebagai kontrol diri; (4) Menciptakan lingkungan kelas yang demokratis, melibatkan siswa dalam diskusi dan pengambilan keputusan, ikut bertanggung jawab bahwa sekolah sebagi tempat untuk belajar; (5) Mengajarkan nilai melalui kurikulum, menggunakan mata pelajaran sebagai sarana untuk mengkaji masalah etika; (6) Menggunakan pembelajaran kooperatif, untuk mengajarkan  sikap dan keterampilan tolong menolong dan kerja sama dengan temannya, tanggung jawab terhadap dirinya maupun kelompok, dan dapat bekerja sama dengan baik.

2.10          INSAN PRODUKTIF
Perbaikan kualitas pendidikan juga harus secara mutlak diterapkan pada pendidikan 12 tahun. Hal ini untuk menjamin agar calon insan produktif yang nantinya akan membawa perubahan di Indonesia dapat setidaknya mengenyam pendidikan menengah.  Selanjutnya bisa diberikan akses terbuka bagi mereka untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi yaitu di pendidikan tinggi.
Kualitas pendidikan di Indonesia sangat dipengaruhi bagaimana kualitas pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi inilah yang nantinya menciptakan sarjana yang akan memimpin kekuatan ekonomi di Indonesia pada nantinya. Perlu penambahan jumlah doktor. Ini penting karena lulusan pendidikan tinggi adalah tenaga ahli dan profesional yang siap memasuki dunia kerja (usaha dan industri) ataupun membuka lapangan kerja baru. Perlu pula penambahan kuantitas pendidikan tinggi negeri agar semakin banyak jumlah sarjana di Indonesia yang diharapkan pada nantinya dapat memimpin ke arah Indonesia emas 2045.
Dalam menempuh pendidikan bermutu ada beberapa pembenahan yang harus dilakukan untuk merealisasikan ide tersebut. Pertama adalah perbaikan kualitas dari tenaga pendidik. Tenaga pendidik inilah yang nantinya menjadi faktor penentu dalam terciptanya kesuksesan pendidikan di Indonesia. Guru bermutu menjadi variabel penting bagi terwujudnya pendidikan yang bermutu. Ada beberapa wacana yang mengatakan kualitas guru di Indonesia masih belum terlalu tinggi. Seorang guru diharapkan dapat bekerja dengan orientasi profesional bukan hanya orientasi birokrasi semata. Ada kesadaran dari seorang guru untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga hal ini merupakan kewajiban dari pendidikan tinggi keguruan yang secara langsung menciptakan para tenaga pendidik. Perlu revitalisasi LPTK sebagai perguruan tinggi yang bertanggung jawab dalam mendidik calon pendidik/guru dengan landasan filosofi, kerangka pikir akademik, program pendidikan akademik dan profesi yang utuh dan akuntabel. Pengiriman Guru untuk daerah terpencil, terdepan, dan tertinggal, melalui SM3T juga merupakan upaya dalam pembenahan kualitas guru sehingga perlu ditingkatkan kebijakan tersebut.
Kedua adalah kurikulum yang dijalankan pada pendidikan nasional. Seperti yang diterapkan pada kurikulum 2013 diharapkan nantinya dapat membentuk peserta didik dengan sifat unggul yang berkarakter protagonis, kreatif dan inovatif, mampu berpikir tingkat tinggi, tahu dan segan terhadap bumi pertiwi, cinta dan mempunyai patriotisme terhadap bangsa, dan mampu secara produktif memberikan sumbangsih terhadap Indonesia. Seperti halnya pendidikan karakter yang diharapkan nantinya dapat menciptakan manusia tidak hanya kuat intelektualnya tetapi juga mempunyai spiritual yang tinggi dan mampu secara konkrit menempatkan dirinya pada lingkungannya dan bersosialisasi dengan manusia dan alam sekitarnya. Harus diadakan pembelajaran kreatif untuk mendorong kemampuan menyinergikan fungsi otak kiri dan kanan yang sangat diperlukan untuk mengembangkan kecakapan berpikir divergen, kreatif, lateral, dan kritis.
Ketiga adalah perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang proses pendidikan berlangsung. Perbaikan gedung dan fasilitas sekolah, pengadaan buku-buku dan sumber literatur lain, kemudahan akses memperoleh informasi dan ilmu, penciptaan suasana lingkungan pendidikan yang kondusif, pengadaan alat-alat praktikum dan peraga yang relevan dengan pendidikan, pengadaan alat-alat canggih berbasis teknologi, dan tentunya pengadaan guru, kepala sekolah, serta pengawas yang berkualitas tinggi. Untuk itulah diperlukan budget yang tinggi untuk penyelenggaraan pendidikan.
Langkah nyata adalah pengadaan beasiswa untuk para siswa dan mahasiswa di Indonesia. Beberapa kebijakan dan program seperti BOS untuk Pendidikan dasar dan Menengah, Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidikmisi, Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), dan Pendirian Perguruan tinggi Negeri baru dan sekolah berasrama merupakan sebagian dari upaya untuk meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan. Kemudahan untuk mengenyam pendidikan bagi tiap-tiap bangsa diharapkan menjadi langkah pasti dari perwujudan cerdasnya generasi bangsa Indonesia nantinya.  Sudah tidak lucu jika masih ada bangsa Indonesia terutama mereka yang saat ini berada pada usia sekolah tidak bisa mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Indonesia emas 2045 diharapkan akan terwujud mengingat pada tahun itu akan melipah usia produktif yang mampu berkontribusi mengelola alam dan menyelesaikan permasalahan yang beragam di Indonesia. Pendidkan merupakan langkah pasti menuju era itu sehingga diperlukan pembenahan kualitas guru, kurikulum, dan sarana dan prasarana proses pendidikan untuk mewujudakan pendidikan bermutu. Pengentasan kemiskinan dengan pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi maupun pelajar dengan keterbatasan ekonomi namum memiliki kemampuan akademik juga ikut andil dalam perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Jadi adanya penerapan pendidikan bermutu dapat mewujudkan era generasi emas 2045.


2.11          PRIBADI SOLID
Solid menurut KBBI berarti kuat, kukuh, dll. Namun, arti dari sebuah kesolidan itu tidak berhenti hanya pada hitam di atas putih. Kesolidan itu membutuhkan sebuah proses yang berkelanjutan dan dengan waktu yang menjadi considerannya adalah kualitas dari SDM yang bersangkutan. Kesolidan itu adalah tujuan yang hendaknya dihayati secara nyata dan diperjuangkan secara konkret, bukan hanya sekedar buaian-buaian kekompakan yang imajiner saja.
Solid itu satu, rekat, kuat. Timbulnya rasa kepedulian yang mendalam dalam bentuk empati antar sesama dalam sebuah komunitas akan menstimulus munculnya kesolidan itu sendiri. Akan menjadi hal yang hanya sekedar menjadi wacana belaka, bila kesolidan itu tidak memiliki semangat kepedulian, kekompakan, dan kekeluargaan. Sikap saling menerima satu sama lain entah itu kelebihan maupun kekurangan, saling percaya, dan interaksi yang berkualitas akan mendukung terciptanya suasana yang kondusif untuk memunculkan rasa kesolidan yang tinggi. Api semangat kepedulian, kekompakan, dan kekeluargaan harus sering disulut dalam setiap pribadi karena percuma ketika kita bangga dengan kesolidan kita namun kita sendiri belum berdiri di atas pondasi kekeluargaan yang utuh. Satu hal yang patut untuk dikritisi tiap saat.










BAB III
PENUTUP

3.1              KESIMPULAN
A.    Insan kerja sama (cooperatuion) adalah usaha bersama antara orang per orang atau kelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama.
B.     Insan jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu degan sesungguhnya  dan apa adanya, tidak di tambahi ataupun tidak dikurangi.
C.     Insan Kondusif adalah pribadi yang bersikap tenang dan teratur.
D.    Insan disiplin adalah Pribadi yang yang taat akan peraturan yang berlaku.
E.     Insan taat adalah pribadi yang tunduk pada setiap peraturan yang ada.
F.      Insan Patuh adalah pribadi yang tunduk pada peraturan yang berlaku.
G.    Insan bersahabat adalah pribadi yang memperlihatkan rasa senang berbicara,bergaul,dan bekerja sama dengan orang lain.
H.    Insan tangguh sama artinya dengan kuat, kokoh, tahan banting, bertekad untuk beridri tegak dan gigih pantang menyerah.
I.       Kemampuan yang perlu dikembangkan pada peserta didik Indonesia adalah kemampuan mengabdi pada Tuhan yang menciptakannya, kemampuan untuk menjadi dirinya sendiri, kemampuan untuk hidup secara harmoni dengan manusia dan makhluk lainnya, dan kemampuan untuk menjadikan dunia ini sebagai wahana kemakmuran dan kesejahteraan bersama.
J.       Perbaikan kualitas pendidikan juga harus secara mutlak diterapkan pada pendidikan 12 tahun. Hal ini untuk menjamin agar calon insan produktif yang nantinya akan membawa perubahan di Indonesia dapat setidaknya mengenyam pendidikan menengah.  Selanjutnya bisa diberikan akses terbuka bagi mereka untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi yaitu di pendidikan tinggi.
K.    Insan solid adalah tujuan yang hendaknya dihayati secara nyata dan diperjuangkan secara konkret, bukan hanya sekedar buaian-buaian kekompakan yang imajiner saja.

DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar