Pengetahuan
Pemahaman dan Pemantapan Diri
Strategi
Modal Dasar / Kebutuhan Dalam Membentuk Generasi

Disusun
oleh:
Diana
(2227140843)
KELAS
: IIIC
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
TAHUN 2015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya
lah makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Pada kesempatan kali
ini kami akan memaparkan sebuah karya tulis yang disusun dalam sebuah makalah
yang dengan judul “Strategi modal dasar/kebutuhan dalam membentuk generasi”.
Dalam
makalah ini akan dipaparkan mengenai pengertian insan kerja sama, insan
kemampuan merata, insan komitmen bersama, insan kemauan bersama, insan persepsi
bersama dan strategi modal
dasar/kebutuhan dalam membentuk generasi. Dalam makalah ini juga akan
disertakan beberapa referensi, hasil penelitian, disertai
dengan berbagai contoh nyata yang ada di lingkungan sekitar.
Tentunya
dalam pelaksanaanya hingga selesainya makalah ini dibuat akan ditemukan
kekurangan yang mohon untuk dimaklumi. Sebab dalam prosesnya saya sebagai
penyusun masih dalam proses pembelajaran. Akhirnya dengan selesai disusunnya
makalah ini semoga dapat bermanfaat dan mampu dijadikan sumber informasi bagi
kita semua.
Serang,
September 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar....................................................................................................................
Daftar
Isi.............................................................................................................................
Insan
Kerjasama..................................................................................................................
Kemampuan
Merata............................................................................................................
Komitmen Bersama............................................................................................................
Kemauan
Bersama...............................................................................................................
Persepsi
Bersama.................................................................................................................
Daftar
Pustaka.....................................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Insan
Kerjasama
A. Pengertian
Insan kerjasama
Sargent dalam Santosa (1992:29) menyatakan bahwa kerjasama
merupakan usaha terkoordinasi di antara anggota kelompok atau masyarakat
yang diarahkan untuk mencapai tujuan bersama. Lebih lanjut Santosa (1992:
29-30) menyatakan bahwa kerjasama adalah suatu bentuk interaksi sosial di mana
tujuan anggota kelompok yang satu berkaitan erat dengan tujuan anggota kelompok
yang lain atau tujuan kelompok secara keseluruhan sehingga seseorang individu
hanya dapat mencapai tujuan bila individu lain juga mencapai tujuan.
B. Tujuan
Insan kerjasama
Untuk mencapai usaha yang lebih baik
atau lebih besar dibandingkan jika dikelola sendiri dan pekerjaan pun
lebih cepat terselesaikan.
C. Komponen-komponen
insan kerjasama
·
Anggota kelompok
·
Peran
·
Tugas
·
Tujuan
Dalam
sebuah organisasi, terdapat level of teamwork mengacu pada komponen dimensi
kerjasama seperti disebutkan diatas, yaitu:
·
Kerjasama pimpinan puncak, terdiri dari
tiap-tiap pimpinan sub-organisasi (Kepala Bagian, Manajer)
·
Project Team, terdiri anggota kelompok
usaha dari berbagai tingkatan dan fungsi untuk menyelesaikan suatu tugas
tertentu.
·
Kelompok kerja, terdiri dari anggota
kelompok unit usaha yang menjalankan unit-unit kerja operasional rutin.
D. Langkah-langkah
yang harus ada dalam kerjasama
1.
Pemimpin yang bertanggungjawab
Dalam
membangun sebuah tim agar kerjasama yang dijalin para anggota dapat berjalan
dengan baik, perlu menunjuk seorang pemimpin yang bertanggung jawab, kompeten
dan memiliki pengalaman organisasi yang baik.
2. Berkumpul
bersama
Untuk
membangun kerjasama tim yang baik, diawali dengan adanya pendekatan dari
masing-masing anggota. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempererat
hubungan rekan satu tim seperti
bersosialisasi yang baik diluar lingkungan kerja dengan membentuk komunitas.
3.
Kebutuhan bersama
Dibutuhkan kerjasama agar dapat
menyatukan pemikiran yang beragam.
4.
Konsistensi
Konsistensi
antara anggota tim dalam menjalin kerjasama tim perlu diciptakan, banyaknya
gagasan dan ide yang lahir dari pemikiran setiap anggota tim perlu dibulatkan
agar tidak timbul pemikiran dan langkah lain di tengah jalan, sehingga
pekerjaan dapat berfokus pada satu titik tujuan.
5. Tanggung
jawab
Jika
para anggota tim memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi maka pekerjaan yang
dilakukan akan memiliki nilai dan manfaat terhadap perkembangan bisnis, bukan
hanya sebagai bentuk kewajiban menyelesaikan pekerjaan saja.
6. Penghargaan
Baik
bagi pemimin maupun antarsesama anggota perlu memberikan pujian atas usaha yang
telah dicapai, baik itu berhasil atau gagal. Pujian tersebut dapat menjadi
motivasi dan pelajaran dalam menjalin kerjasama kedepannya.
E. Ciri-ciri
kerjasama
1. Jumlah
anggota kerjasama minimal dua orang, namun banyak kerjasama yang beranggotakan
lebih dari dua orang.jumlah keanggotaan tergantung kepada jenis kerjasama itu
sendiri.
2. Partisipasi
pihak-pihak yang terlibat dalam kerjasama tidak selalu sama, baik secara
kuantitatif maupun kualitatif. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan
bakat, kedudukan, dan pendidikan di masing-masing pihak.
3. Dalam
kerjasama terdapat solidaritas yang berbeda. Tidak semua anggota mengalami rasa
solidaritas yang sama.
2.
Insan
kemampuan merata
A.
Pengertian insan kemampuan merata
Kemampuan merata adalah kecakapan atau potensi seseorang individu
untuk menguasai keahlian dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam
suatu pekerjaan atau sesuatu penilaian atas tindakan seseorang secara merata.
Kemampuan juga bisa disebut dengan kompetensi yaitu perpaduan dari tiga domain
pendidikan yang meliputi ranah pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
terbentuk dalam pola berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
B. Tujuan
Insan kemampuan merata
Insan kemampuan merata bertujuan untuk menggali kecakapan
atau potensi yang merata yang dimiliki setiap individu dalam setiap kelompoknya
agar mencapai tujuan yang diinginkan.
C.
Komponen
kemampuan merata:
1. Kemampuan Intelektual
Kemampuan
intelektual adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas
mental, berfikir, menalar dan memecahkan masalah.
2. Kemampuan Fisik
Kemampuan fisik
adalah kemampuan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan dan
karakteristik serupa.
D. Ciri-ciri Kemampuan merata
1. Mengenal masalah
2. Menemukan cara-cara yang dapat dipakai untuk menangani masalah-masalah itu
3. Mengumpulkan dan menyusun informasi
yang diperlukan.
4. Mengenal asumsi-asumsi dan
nilai-nilai yang tidak
dinyatakan.
6. Menilai fakta dan mengevalusai
pernyataan-pernyataan
7. Mengenal adanya hubungn yang logis
antara masalah-masalah
8. Menarik kesimpulan-kesimpulan
dankesamaaan-kesamaan yang diperlukan
9. Menguji kesamaan-kesamaan dan kesimpulan-kesimpulan yang seeorang
ambil
10. Menyusun kembali pola-pola keyakinan seseorang berdasarkan pengalaman yang
lebi luas
11. Membuat
penilaian yang tepat tentang hal-hal
dan kualitas-kualitas tertentu dalam
kehidupan sehari-hari.
D. Langkah-langkah
kemampuan merata
1.
Mengenal diri sendiri, mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada dalam
setiap individu.
2.
Setelah mengetahui apa kelebihan dan
kekurangan yang ada didalam individu, selanjutnya mengevaluasi diri bagaimana
seharusnya untuk mmengembangkan bakat yang lain dengan cara terus mengeksplor
diri pada kegiatan positif.
3.
Pelajari bakat yang anda miliki secara mendalam.
4.
Aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Insan
komitmen bersama
A.
Pengertian Insan komitmen bersama
Komitmen
adalah sikap dan
perilaku yang ditandai oleh rasa memiliki, memberikan perhatian, serta
melakukan usaha untuk mewujudkan harapan dan cita-cita dengan sungguh-sungguh.
B.
Tujuan Insan komitmen bersama
Tujuan komitmen adalah sebagai landasan untuk menggapai
suatu tujuan yang akan
dicapai.
C. Ciri- ciri insan komitmen bersama:
a)
Teguh
pendirian dari setiap insan itu sendiri.
b)
Selalu
fokus pada tujuan yang akan dicapai.
c)
Memiliki
rasa tanggungjawab yang tinggi.
d)
Konsisten
dalam setiap tindakannya.
e)
Memiliki
wibawa dan tegas
f)
Selalu
disiplin dalam setiap pekerjaan.
g)
Selalu
ulet dalam mengerjakan pekerjaannya.
D.
Komponen-komponen
komitmen bersama:
a) Adanya tekad dari sekelompok insan tersebut dalam
mencapai tujuan yang diinginkan.
b) Adanya keyakinan dari sekelompok insan tersebut untuk
meraih tujuan yang akan dicapai.
c) Adanya tujuan yang akan dicapai, karena seseorang
berkomitmen untuk mencapai tujuan tertentu.
d) Adanya saling percaya antar sesama insan dalam mencapai
tujuan bersama.
E.
Langkah-langkah
membangun komitmen
a. Kebersamaan
Untuk
membangun komitmen diperlukan kebersamaan. Dengan kebersamaan akan mampu
menumbuhkan semangat untuk tetap fokus pada suatu pekerjaan yang sedang
ditekuni.
b. Orang
Selalu
memanusiakan manusia adalah kunci pokok untuk mencapai tujuan bersama. Mampu
memanusiakan manusia dapat meningkatkan loyalitas mereka.
c. Memahami
Dengan
memahami keadaan sekitar, maupun keadaan personal akan lebih mudah untuk
menjaga komitmen.
d. Intelegensi
Kita harus
pintar dan mampu untuk melihat peluang yang ada. Kepintaran dalam memahami cara
penyelesaian suatu pekerjaan.
e. Tasamuh/ kesabaran
Tasamuh dapat
diartikan dengan kelapangan dada atau kesabaran. Komitmen dapat tercapai
apabila kita mampu bersabar, dan berlapang dada menerima keadaan. Bersabar
disini tidak hanya tinggal diam menerima keadaan, tetapi berusaha untuk dapat
bangkit menghadapi keadaan.
f. Mental
Mental yang
kuat dapat menjaga komitmen, namun sebaliknya mental yang lemah akan membuat
komitmen kita hilang.
g. Elektis
Elektis
berarti memilih. Kadang dalam memilih suatu pilihan, tidaklah mudah. Bahkan
kadang harus ada yang dikorbankan. Namun itu harus dilakukan demi
keberlangsungan tujuan yang akan dicapai.
h. Nalar
Kemampuan berfikir
seseorang harus digunakan dan ditingkatkan untuk mencapai suatu tujuan yang
akan dicapai. Sehingga dalam pengambilan keputusan tidak sekedar asal-asalan
mengedepankan emosi.
4.
Insan
kemauan bersama
A.
Pengertian Kemauan Bersama
Kemauan adalah dorongan kehendak yang
terarah pada tujuan-tujuan hidup
tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Jadi pada kemauan itu
ada kebijaksanaan akal dan wawasan, disamping itu juga ada control dan
persetujuan dari kepribadian.
B. Tujuan Kemauan Bersama
Tujuan kemauan bersama memiliki tujuan agar pelaksanaan
dalam mencapai tujuan berjalan dengan baik.
C.
Ciri –ciri kemauan bersama
1. Kemauan
merupakan dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
2. Kemauan
berhubungan erat dengan satu tujuan.
3. Kemauan
sebagai pendorong timbulnya perbuatan yang didasarkan atas berbagai
pertimbangan.
4. Di
dalam kemauan terdapat sikap aktif/giat.
5. Pada
perbuatan kemauan bukanlah tindakan yang bersifat kebetulan tetapi
merupakan tindakan yang disengaja dan
terarah pada tercapainya satu tujuan.
D.
Komponen-komponen
kemauan bersama:
1) Adanya motivasi dalam diri untuk mencapai sesuatu yang
ingin dicapai.
2) Adanya tujuan yang sesuai dengan apa yang diharapkannya.
E.
Proses-proses membentuk kemauan bersama:
1) Adanya
motive
Tanpa alasan tertentu orang tidak akan
melakukan sesuatu yang sungguh-sungguh dan kalaupun jadi berbuat kemungkinan
besar perbuatan nya itu tidak menentu arahnya.
2) Mempertimbangkan
motive-motive
Hidup manusia memiliki banyak motive.
Tiap-tiap motive memiliki tujuan kemudian timbullah saat-saat mempertimbangkan
motive-motive itu.
3) Saat
memilih
Pekerjaan memilih diakuka setelah
pertimbangan-pertimbangan motive dilakukan sebaik-baiknya dengan mengingat
kemungkinan terkesan nya suatu tujuan, baik buruknya, untung ruginya, positif negatifnya,, dan berguna dan tidaknya.
4) Memutuskan
Memutuskan merupakan langkah terakhir
setelah pertimbangan motive. Di dalam keputusan seolah-olah terdapat pengakuan,
alasan manakah yang terkuat.
5) Melaksanakan
keputusan kemauan
Keputusan memilih sebenarnya terletak
pada perbuatan kemauan artinya keputusan kemauan itu diiringi dengan tindakan
kemauan.
5.
Insan persepsi bersama
A.
Pengertian persepsi bersama
Persepsi bersama merupakan suatu proses
yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh
individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung
antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi juga merupakan stimulus yang
diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga
individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.
B.
Tujuan Persepsi bersama
Tujuan dalam persepsi bersama yakni memberikan
gambaran internal mengenai informasi dunia luar.
C.
Dalam proses persepsi, terdapat tiga
komponen utama berikut:
1. Seleksi
adalah proses penyaringan oleh indera terhadap rangsangan dari luar, intensitas
dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.
2. Interprestasi,
yaitu proses megorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang.
Interprestasi dipengaruhi oleh bertbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu,
sistem nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interprestasi
juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengkategorian
informasi yang kompleks menjadi sarjana.
3. Interprestasi
dan persepsi kemudian diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi
(Depikbud 1985), didalam Soelaiman, 1987). Jadi, proses persepsi adalah
melakukan seleksi, interprestasi, dan pembulatan terhadap informasi yang
santai.
D. Ciri-Ciri
Umum Persepsi
Pengindraan
terjadi dalam suatu konteks tertentu, konteks ini disebut sebagai dunia
persepsi. Agar dihasilkan suatu pengindraan yang bermakna, ada ciri-ciri umum
tertentu dalam dunia persepsi:
1.
Modalitas: rangsang-rangsang yang yang
diterima harus sesuai dengan modalitas tiap-tiap
indra, yaitu sifat sensoris dasar dan masing-masing indra (cahaya untuk
penglihatan, bau untuk penciuman, bunyi untuk pendengaran, permukaan bagi
peraba dan sebagainya).
2. Dimensi
ruang: dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang), kita dapat
mengatakan atas bawah, tinggi rendah, luas sempit, latar depan latar belakang,
dan lain-lain.
3. Dimensi
waktu: dunia persepsi mempunyai dimensi waktu seperti; cepat lambat, tua muda,
dan lain-lain.
4. Struktur
konteks, keseluruhan yang menyatu: obyek-obyek atau gejala-gejala dalam dunia
pengamatan mempunyai struktur yang menyatu dengan konteksnya. Struktur dan
konteks ini merupakan keseluruhan yang menyatu.
5. Dunia
penuh arti: dunia persepsi adalah dunia penuh arti. Kita cenderung melakukan
pengamatan atau persepsi pada gejala-gejala yang mempunyai makna bagi kita,
yang ada hubunganya dalam diri kita.
E. Langkah-langkah persepsi bersama
a)
Menyatukan
pemikiran mengenai rencana tujuan yang akan dicapai.
b)
Mempertimbangkan
hasil pemikiran bersama.
c)
Mengambil
kesimpulan dari hasil pertimbangan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
http://imadiklus.com/teori-kerjasama-dan-persaingan-kelompok/
http://ratih-f-a-fpsi05.web.unair.ac.id/artikel_detail-46656-Psikologi%20Umum%20II-SENSASI%20&%20PERSEPSI.html
http://riansyahefran-punyakoe.blogspot.co.id/2012_02_01_archive.html
http://www.fauzinesia.com/2011/01/kemauan-dalam-psikologi-umum.html
http://restyucul.blogspot.co.id/2011/04/pentingnya-kerjasama-dalam-organisasi.html
http://abdrauf4060.blogspot.co.id/2012/12/persepsi.html
http://www.evo-rare.com/2014/07/semangat-dan-komitmen-para-pendiri_29.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar